Depok | Sketsa Online – Di tengah dinamika dunia usaha yang semakin kompetitif, kebutuhan akan sosok pemimpin tidak lagi hanya diukur dari keberhasilan membangun perusahaan atau memperluas investasi.
Seorang pemimpin juga dituntut memiliki rekam jejak dalam menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, membangun kolaborasi, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara luas.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan dr. Karlina, MARS, dokter sekaligus pengusaha yang kini maju sebagai calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok.
Selama bertahun-tahun, ia membangun berbagai unit usaha di sejumlah sektor dengan keyakinan bahwa keberhasilan bisnis harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi dr. Karlina, kepemimpinan bukan sekadar tentang posisi atau kewenangan, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Esensi seorang pemimpin bukan terletak pada posisi yang disandang, tetapi pada manfaat yang dapat dirasakan oleh banyak orang. Seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan, membuka peluang, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi orang pertama yang berdiri di depan ketika tantangan datang,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Filosofi tersebut bukan hanya menjadi prinsip pribadi, tetapi telah diterapkan dalam perjalanan kepemimpinannya. Saat ini, lebih dari 1.000 karyawan bekerja di berbagai unit usaha yang dipimpinnya.
Setiap perusahaan bukan hanya tempat menjalankan aktivitas bisnis, melainkan ruang untuk membangun sumber daya manusia yang produktif, profesional, dan mampu berkembang bersama.
dr. Karlina mengatakan, ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya terlihat dari pertumbuhan perusahaan, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, membuka kesempatan bagi orang lain untuk berkembang, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Kepemimpinan bukan sekadar memimpin orang lain, tetapi memastikan setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang bersama,” katanya.
Sebagai seorang dokter, dr. Karlina memulai kiprahnya melalui sektor pelayanan kesehatan. Di bawah kepemimpinannya, PT Permata Husada Sakti dan RS Graha Permata Ibu terus mengembangkan pelayanan yang mengedepankan profesionalisme, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pelayanan kesehatan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, pengembangan kompetensi tenaga kesehatan, peningkatan mutu pelayanan, serta inovasi layanan menjadi bagian penting dari komitmen yang terus dijalankan.

“Kami terus meningkatkan mutu pelayanan melalui profesionalisme, inovasi, dan pengembangan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan terbaik,” tuturnya.
Pengabdian dr. Karlina tidak berhenti di bidang kesehatan. Ia meyakini bahwa pembangunan ekonomi akan lebih kuat apabila tumbuh bersama masyarakat.
Keyakinan itu diwujudkan melalui pengembangan Sukabumi Prestige Equestrian Center (SPEC), sebuah kawasan terpadu di Kabupaten Sukabumi yang memadukan olahraga berkuda, peternakan, pertanian, perkebunan, wisata alam, dan edukasi dalam satu ekosistem.

Ia menyampaikan, kawasan tersebut tidak dibangun semata sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“SPEC mengintegrasikan peternakan, pertanian, perkebunan, edukasi hingga wisata alam. Seluruh aktivitasnya dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah hippotherapy, yaitu terapi yang memanfaatkan interaksi dengan kuda untuk membantu pemulihan fisik, emosional, serta perkembangan motorik, khususnya bagi anak-anak dan penyandang kebutuhan khusus.

Menurut dr. Karlina, program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan pelayanan kesehatan yang lebih menyeluruh dengan memadukan ilmu kedokteran, terapi alami, serta lingkungan yang mendukung proses pemulihan.
“Program ini menjadi bentuk kepedulian kami terhadap pendekatan kesehatan yang lebih holistik dengan memadukan ilmu kedokteran, terapi alami, dan lingkungan yang sehat,” ungkapnya.
Selain itu, melalui SPEC Agro, masyarakat diberdayakan untuk membudidayakan berbagai komoditas pertanian seperti cabai, tomat, jagung, sayuran, dan tanaman produktif lainnya. Sementara SPEC Camping dikembangkan sebagai kawasan wisata edukasi yang sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.



Komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi juga diwujudkan melalui pengembangan usaha budidaya ikan bandeng di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Usaha tersebut dibangun di atas lahan sekitar dua hektare sebagai bagian dari penguatan sektor perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Di sektor kuliner, dr. Karlina mengembangkan Kedai Sate Abu Bakar di kawasan Puncak, Bogor. Sementara di Kabupaten Cianjur, ia tengah mempersiapkan kawasan pengembangan usaha baru sebagai bagian dari strategi memperluas investasi sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.


Selain mengembangkan berbagai unit usaha, dr. Karlina juga aktif melakukan kunjungan bisnis ke berbagai daerah di Indonesia maupun ke sejumlah negara.
Baginya, membangun jejaring menjadi langkah penting untuk membuka peluang investasi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan berbagai praktik terbaik yang dapat diterapkan dalam pengembangan dunia usaha.
“Setiap perjalanan merupakan kesempatan untuk membangun kolaborasi, membuka peluang investasi, serta mempelajari praktik-praktik terbaik yang bisa diterapkan dalam pengembangan dunia usaha di Indonesia,” katanya.
Di samping aktivitas bisnis, dr. Karlina juga aktif sebagai Ketua DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Depok.

Melalui organisasi tersebut, ia mendorong perempuan pelaku usaha agar memiliki akses yang lebih luas terhadap pelatihan, jejaring usaha, pembiayaan, serta peluang pasar sehingga mampu meningkatkan daya saing dan mengembangkan usahanya.

“Perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi keluarga maupun daerah apabila diberikan ruang, kesempatan, dan akses yang setara untuk berkembang,” ujarnya.
Berbagai kegiatan sosial juga terus dijalankannya, mulai dari bantuan kesehatan, dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, hingga program pemberdayaan masyarakat di sekitar unit-unit usaha yang dipimpinnya.
Berbekal pengalaman memimpin di berbagai sektor tersebut, dr. Karlina menilai Kadin Kota Depok memiliki peran strategis sebagai wadah berhimpunnya para pelaku usaha sekaligus mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai, tantangan dunia usaha saat ini tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Tantangan ekonomi tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun kepercayaan, menyatukan berbagai potensi, dan menghadirkan kolaborasi yang saling menguatkan,” tegasnya.
Apabila mendapat amanah memimpin Kadin Kota Depok, ia berkomitmen membangun organisasi yang inklusif, adaptif terhadap perubahan, terbuka terhadap kolaborasi, serta mampu menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.
Ia mengungkapkan, ketulusan bukan hanya nilai moral, tetapi fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang mampu menghadirkan kepercayaan dan keberlanjutan.
“Ketulusan bukan sekadar nilai moral, melainkan fondasi membangun kepemimpinan yang berkelanjutan. Dari ketulusan lahir kepercayaan, dari kepercayaan tumbuh kolaborasi, dan dari kolaborasi tercipta kemajuan yang dapat dirasakan bersama,” tuturnya.
Menutup penyampaiannya, dr. Karlina menegaskan bahwa kepemimpinan sejati bukan diukur dari seberapa jauh seseorang melangkah sendiri, melainkan dari seberapa banyak orang yang dapat diajak bertumbuh dan merasakan manfaat bersama.
“Setiap langkah akan bermakna jika membawa manfaat bagi sesama. Itulah komitmen yang ingin saya bawa untuk mewujudkan Kadin Kota Depok yang lebih kolaboratif, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan bersama,” pungkasnya. (el’s)



