Depok | Sketsa Online – Kesadaran mengelola sampah perlu dibangun dari lingkungan keluarga. Untuk itu, Dharma Wanita Persatuan (DWP) didorong menjadi pelopor dalam membiasakan pemilahan sampah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, S.Si., M.Si., saat memberikan edukasi kepada anggota DWP mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Dalam pemaparannya, Reni menjelaskan bahwa sampah pada dasarnya terbagi dalam beberapa kategori, di antaranya sampah organik, anorganik, dan residu. Masing-masing memiliki karakteristik dan cara penanganan yang berbeda, sehingga pemilahan sejak dari rumah menjadi langkah penting agar sampah dapat dikelola secara tepat.
Menurutnya, kebiasaan memilah sampah memberikan banyak manfaat, seperti mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA), mempermudah proses daur ulang, mengurangi pencemaran lingkungan, serta meningkatkan nilai guna sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
Selain memberikan pemahaman mengenai teknik pemilahan sampah, Reni juga mengajak seluruh peserta untuk mulai menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai perubahan besar dalam pengelolaan sampah dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh setiap keluarga.
“Perubahan tidak harus dimulai dari langkah yang besar. Membiasakan memilah sampah dari rumah merupakan kontribusi nyata yang dapat dilakukan setiap keluarga untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” ujar Reni, usai menghadiri Kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP), di Bogor, Selasa (7/7/26).
Lebih lanjut, Reni menambahkan, Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis sebagai organisasi yang menghimpun istri-istri Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dengan jaringan yang dimiliki, DWP diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus mengedukasi masyarakat untuk membangun budaya peduli lingkungan.
Ia juga menekankan bahwa perempuan memiliki pengaruh besar dalam membentuk kebiasaan di lingkungan keluarga.
Melalui keteladanan dan edukasi yang diberikan kepada anak serta anggota keluarga lainnya, perempuan dapat menjadi motor penggerak lahirnya budaya memilah sampah sejak dini.
“Semoga melalui kegiatan ini, anggota Dharma Wanita Persatuan tidak hanya memahami pentingnya pemilahan sampah, tetapi juga menjadi teladan di lingkungan keluarga, tempat kerja, dan masyarakat. Perubahan besar dimulai dari langkah sederhana, yakni membiasakan memilah sampah dari rumah demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutupnya. (el’s)



