Depok | Sketsa Online – Pemerintah Kota Depok menjalin kerja sama dengan Management and Science University (MSU) Malaysia untuk memperkuat sektor kesehatan dan pendidikan. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan sekaligus mendukung pengembangan layanan rumah sakit bagi masyarakat.
Wali Kota Depok, Supian Suri, mengatakan kerja sama tersebut mencakup dua bidang utama. Selain membuka peluang peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, kemitraan itu juga diarahkan untuk mendukung pengembangan layanan medis melalui jejaring akademik dan rumah sakit yang dimiliki MSU Malaysia.
“Kita sudah melaksanakan kesepakatan dengan Universitas MSU Malaysia. Mereka memiliki kampus dan juga rumah sakit, sehingga ada dua poin besar kerja sama, yaitu bidang kesehatan dan pendidikan. Kita ingin tenaga-tenaga kesehatan di Kota Depok terus meningkat kapasitas dan kompetensinya melalui kerja sama ini,” ujar Supian saat diwawancarai usai rapat paripurna pada Senin (22/6/26).
Di saat yang sama, Pemerintah Kota Depok juga terus berupaya memperluas akses layanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan terapi hemodialisis atau cuci darah.
Kebutuhan layanan ini dinilai terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien penyakit ginjal yang memerlukan penanganan rutin.
Sebagai bentuk penguatan layanan, jumlah mesin hemodialisis di Rumah Sakit KiSA telah ditambah dari 20 menjadi 24 unit. Sementara itu, Rumah Sakit ASA juga memperoleh tambahan lima unit mesin untuk mendukung pelayanan pasien.
“Kemarin kita berhasil menambah mesin cuci darah di Rumah Sakit KiSA dari 20 menjadi 24 unit. Di Rumah Sakit ASA juga bertambah lima unit,” kata Supian.
Meski demikian, kapasitas yang tersedia saat ini masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Tercatat masih ada sekitar 20 pasien yang menunggu giliran untuk memperoleh layanan hemodialisis di Rumah Sakit KiSA.
Karena itu, Pemerintah Kota Depok menargetkan peningkatan kapasitas layanan hingga mencapai 50 unit agar lebih banyak pasien dapat terlayani tanpa harus menunggu terlalu lama.
“Target kita di KiSA bisa mencapai 50 layanan karena saat ini masih ada pasien yang mengantre untuk mendapatkan layanan hemodialisis. Kita berharap kebutuhan tersebut dapat segera terpenuhi,” tuturnya.
Untuk mempercepat realisasi target tersebut, Supian bersama pihak MSU Malaysia juga meninjau sejumlah ruang yang masih memungkinkan dimanfaatkan sebagai lokasi pengembangan layanan sebelum pembangunan gedung khusus dilakukan.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Depok dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memastikan masyarakat, khususnya pasien penyakit ginjal, memperoleh akses pengobatan yang lebih cepat, mudah, dan memadai,” tutup Supian Suri. (el’s)



