Depok | Sketsa Online – Hasil polling Lembaga Survei Depok Independent (LSDI) menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap penyelenggaraan Lebaran Depok 2026. Sebanyak 85 persen responden menyatakan puas terhadap pelaksanaan agenda budaya tahunan tersebut.
Tingkat kepuasan yang tinggi itu juga diiringi harapan agar Lebaran Depok kembali digelar pada tahun depan dengan konsep yang lebih meriah tanpa meninggalkan akar budaya lokal.
Direktur Eksekutif LSDI, Moh. Khalilou Fadiga (Diga), menjelaskan bahwa polling dilakukan terhadap 500 warga yang dipilih secara acak dan tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok. Menurutnya, hasil tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat yang sangat besar terhadap penyelenggaraan Lebaran Depok 2026.
“Kami melakukan polling terhadap 500 warga yang dipilih secara acak di 11 kecamatan di Kota Depok. Ternyata, antusiasme dan tingkat kepuasan warga sangat tinggi terhadap gelaran Lebaran Depok 2026,” ujar Diga.
Dalam rilis LSDI, 85 persen responden menyatakan puas terhadap penyelenggaraan acara. Sementara itu, 10 persen memilih tidak memberikan komentar dan 5 persen menyatakan belum merasa senang.
Diga menyampaikan, mayoritas warga yang memberikan penilaian positif juga berharap tradisi ini terus berlanjut sehingga dapat kembali dinikmati oleh masyarakat pada tahun mendatang.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa Lebaran Depok tidak hanya dipandang sebagai sebuah perayaan, tetapi telah berkembang menjadi ruang bersama untuk memperkuat identitas daerah, mempererat kebersamaan warga, serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.
Selama lima hari pelaksanaan, Lebaran Depok 2026 berhasil memadukan pelestarian budaya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bazar UMKM dan kuliner yang ramai dikunjungi warga.
Kehadiran pelaku usaha lokal memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengenal berbagai produk khas yang dihasilkan oleh warga Depok.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai pertunjukan seni, di antaranya seni tari tradisional dan modern, Lenong Betawi, Gambang Kromong, puisi dan sastra, opera, hingga penampilan band yang menghibur ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.
Tidak hanya menghadirkan hiburan, Lebaran Depok 2026 turut mengangkat kembali sejumlah tradisi yang menjadi bagian dari sejarah budaya masyarakat, seperti Motong Kebo Andil, Nyuci Perabotan, Pasar Pengabisan, Rantangan, Ruwahan, Ngaduk Dodol, Ngubek Empang, hingga Fashion Show Pakaian Jadul.
Berbagai kegiatan tersebut dinilai memiliki nilai edukatif karena memperkenalkan warisan budaya kepada generasi muda sekaligus menjaga agar tradisi lokal tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan hadirnya bintang tamu nasional seperti Band Wali dan Gambus El-Corona, yang berhasil menarik ribuan pengunjung dari Depok maupun daerah sekitarnya. Di sisi lain, para pelaku UMKM peserta bazar mengaku memperoleh dampak positif karena tingginya jumlah transaksi selama penyelenggaraan berlangsung.
Diga juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Ketua Panitia, H. Hamzah, S.E., M.M., yang dinilainya mampu mengoordinasikan penyelenggaraan acara secara baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan kondusif.
“Sebagai Ketua Panitia, Bang Haji Hamzah, S.E., M.M., sangat berhasil menyelenggarakan event besar ini. Semua acara tersusun rapi, berjalan kondusif, dan masyarakat pulang dengan perasaan puas,” tutup Diga.
Hasil polling LSDI tersebut menjadi gambaran kuat bahwa Lebaran Depok 2026 mendapat apresiasi dan penerimaan yang sangat baik dari masyarakat.
Tingkat kepuasan yang mencapai 85 persen tidak hanya mencerminkan keberhasilan penyelenggaraan acara, tetapi juga memperlihatkan besarnya harapan warga agar tradisi ini kembali digelar pada tahun mendatang dengan kemasan yang semakin baik.
Dengan memadukan pelestarian budaya, partisipasi masyarakat, serta pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal, Lebaran Depok dinilai memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai agenda budaya unggulan sekaligus menjadi kebanggaan Kota Depok. (el’s)



