Depok | Sketsa Online – Perkembangan olahraga padel di Kota Depok mulai membuka ruang baru bagi industri olahraga sekaligus gaya hidup. Momentum itu ditangkap Padel Party Sawangan dengan menghadirkan konsep venue yang tidak hanya menyediakan lapangan, tetapi juga memadukan olahraga, pembinaan pemain muda, teknologi, kompetisi, dan fasilitas keluarga.
Konsepnya diperkenalkan melalui grand opening Padel Party Sawangan setelah sekitar satu bulan menjalani soft opening.
Project Manager Padel Party Indonesia, Jovin Kurniawan, mengatakan pembinaan pemain usia muda menjadi salah satu fokus utama melalui program Youth Academy.
Program tersebut ditujukan bagi anak usia 7 hingga 14 tahun dengan pendampingan pelatih bersertifikasi. Pembinaan dirancang dalam program terstruktur selama tiga hingga enam bulan, bukan sekadar latihan yang dilakukan secara insidental.
“Keunggulan kami adalah akademi anak-anak, Youth Academy. Jadi di sini, dari usia 7 sampai 14 tahun bisa berlatih di sini dengan coach yang punya sertifikasi,” kata Jovin pada Sabtu (22/8/2026).
“Jadi nanti anak-anak ini benar-benar punya program yang sudah dirancang dari awal. Jadi kita bukan cuma coaching yang sekali-sekali saja, tapi sudah ada kurikulum yang disusun oleh Coach Adrian sama Coach Timo,” lanjutnya.
Dalam penyusunan kurikulum, Padel Party Sawangan juga merujuk pada teori dan pendekatan kepelatihan padel dari Spanyol. Negara tersebut menjadi salah satu referensi karena memiliki perkembangan olahraga padel yang kuat.
“Kiblatnya mungkin enggak sepenuhnya Spanyol, tapi karena Spanyol salah satu asal olahraga padel itu dari Spanyol, makanya kita banyak ngambil teori-teori dari Spanyol juga,” jelas Jovin.
Selain pembinaan, teknologi menjadi bagian penting dari konsep yang dikembangkan. Padel Party Sawangan menyediakan aplikasi serta kamera di setiap lapangan yang dapat mendukung aktivitas latihan dan permainan.
“Yang satu adalah pembinaan usia muda yang dengan sertifikasi coach internasional. Yang kedua adalah perpaduan olahraga dengan teknologinya,” kata Jovin.
Integrasi teknologi itu membuat aktivitas di lapangan dapat dipantau dan dikembangkan secara lebih terukur. Pemain tidak hanya mengandalkan latihan secara langsung, tetapi juga memperoleh dukungan teknologi untuk melihat dan mengevaluasi aktivitas permainan.
Untuk menunjang aktivitas tersebut, Padel Party Sawangan memiliki enam lapangan. Dua di antaranya menggunakan sistem yang disebut memiliki karakteristik shockbreaker untuk memberikan kenyamanan tambahan bagi pemain.
Konsep venue kemudian diperluas melalui fasilitas pendukung. Pengunjung dapat menikmati restoran dan kafe, playground, locker room, hingga fasilitas mandi.
Kehadiran playground sekaligus memperkuat konsep Padel Party Sawangan sebagai venue yang ramah keluarga. Anak-anak yang datang bersama orang tua tetap memiliki ruang aktivitas ketika anggota keluarga lainnya bermain padel.
“Punya playground juga, jadi untuk keluarga yang membawa anak-anak, anaknya belum main padel, dia bisa main di playground. Padel ramah anak, betul,” ujar Jovin.
Pembinaan pemain muda juga tidak berhenti pada sesi latihan. Jalur kompetisi mulai diperkenalkan melalui turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian grand opening Padel Party Sawangan.
Turnamen tersebut diikuti 62 pasangan atau sekitar 124 pemain, di luar penonton. Kategori pertandingan juga tidak hanya diperuntukkan bagi pemain dewasa, tetapi turut memberikan ruang bagi kelompok usia muda, termasuk usia 12 hingga 14 tahun.
“Ini karena keunggulan kita kan pembinaan usia muda, makanya jarang-jarang di Depok nih kita punya usia 14. Jadi usia di bawah 14 tahun itu, 12 sampai 14 biasanya akan ada kategori turnamennya. Jadi bukan cuma dewasa,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Jovin menegaskan, keberadaan kompetisi usia muda menjadi bagian penting dalam membangun jalur pembinaan atlet secara berkelanjutan. Dari proses latihan, pemain diharapkan memiliki kesempatan untuk berkembang hingga memasuki level kompetitif.
“Harapannya di sini, kita nanti bisa lahir atlet-atlet dari kecil, dari sini, dari Kota Depok,” katanya.
Ke depan, Padel Party Sawangan juga membuka peluang kolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengembangan olahraga padel, terutama dalam pembinaan pemain usia muda dan pengembangan atlet profesional.
Jovin menilai perkembangan padel di Jawa Barat sudah cukup pesat, meski pertumbuhannya masih lebih terlihat di Bandung. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi Depok untuk membangun ekosistem padel yang lebih kuat.
“Kalau Kota Depok, Jawa Barat kan sudah cukup berkembang padelnya, tapi terutama di Bandung. Tapi di Depok ini kita harapannya juga bisa lebih hidup lagi dengan pembinaan anak-anak usia muda dan atlet-atlet profesional di sini,” tutupnya. (el’s)






