Depok | Sketsa Online – Bagi PT Rafik Karya Mandiri, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk memaknai semangat kemerdekaan melalui penguatan kebersamaan dan penerapan nilai perjuangan dalam budaya kerja.
Salah satu caranya dilakukan melalui perlombaan antarkaryawan yang mempertemukan perwakilan pekerja lapangan dengan karyawan kantor dan manajemen. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi bagi karyawan dari berbagai lini pekerjaan yang selama ini memiliki lokasi dan rutinitas berbeda.
Direktur Utama PT Rafik Karya Mandiri, H. Irfan Januar, mengatakan kegiatan itu melibatkan perwakilan dari berbagai posisi, mulai dari operator, supervisor hingga manajer.
“Kalau semuanya mungkin ribuan. Jadi perwakilan-perwakilan saja yang kita undang ke kantor. Ada operator, manajer, supervisor. Kita adakan lomba supaya dari lapangan dan manajemen ada ajang silaturahmi, sehingga mereka saling mengenal satu sama lainnya,” ujar Irfan usai lomba pada Selasa (18/8/26).
PT Rafik Karya Mandiri memiliki lebih dari 1.000 karyawan yang tersebar di sejumlah bidang usaha, antara lain parkir, security, outsourcing, konstruksi hingga developer. Dengan jumlah karyawan dan bidang usaha yang beragam, seluruh pekerja tidak memungkinkan dikumpulkan dalam satu kegiatan.

Karena itu, perusahaan menghadirkan perwakilan dari masing-masing lini. Langkah tersebut memungkinkan interaksi lintas bagian tetap berlangsung tanpa mengganggu aktivitas operasional.
Ia mengatakan, pertemuan antara pekerja lapangan dan manajemen memiliki makna lebih dari sekadar kegiatan rekreatif. Ruang interaksi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan membangun rasa kebersamaan di lingkungan perusahaan.
“Kalau digabung banyak, enggak muat di tempat. Makanya perwakilan-perwakilan saja yang kita undang ke kantor,” katanya.
Momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk mengingat kembali nilai perjuangan para pahlawan. Menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat tersebut melalui kontribusi nyata sesuai bidang masing-masing.
“17 Agustus ini kan memperingati hari perjuangan para pahlawan kita terdahulu. Mereka harus mengenang jasa para pahlawan. Kita juga harus melihat bahwa perusahaan ini dari nol sampai sekarang bukan dapat begitu saja, tetapi berdasarkan perjuangan,” ujarnya.
Nilai perjuangan itu kemudian diterjemahkan ke dalam kehidupan kerja. Karyawan tidak hanya diharapkan menyelesaikan tugas, tetapi juga memahami bahwa keberlangsungan perusahaan dibangun melalui kontribusi dan kerja bersama.
Bagi Irfan, menjaga nama baik bukan semata persoalan citra, tetapi bagian dari tanggung jawab setiap karyawan dalam menjalankan pekerjaannya secara profesional.
“Kami ingin semangat kemerdekaan tercermin dalam etos kerja karyawan, yakni menjaga nama baik perusahaan, bekerja dengan disiplin, penuh semangat, dan bertanggung jawab. Itulah esensi yang ingin kami tanamkan,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan etos kerja sebagai salah satu bentuk konkret dalam mengisi kemerdekaan. Jika perjuangan generasi terdahulu diwujudkan untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka perjuangan generasi saat ini dapat diwujudkan melalui kerja yang profesional, produktif, dan memberikan manfaat.
Tak hanya itu, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI juga akan berlanjut di Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta. PT Rafik Karya Mandiri berencana menggelar lomba domino pada 22–23 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kebersamaan di lingkungan usaha. Selain memeriahkan kemerdekaan, kegiatan itu diharapkan memperkuat hubungan sosial di tengah aktivitas kerja yang semakin beragam.
Di tengah momentum tersebut, Irfan turut menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Indonesia. Ia berharap perekonomian semakin baik, kesejahteraan masyarakat meningkat, kebutuhan pangan semakin terjangkau, dan peluang usaha semakin terbuka.
“Mudah – mudahan negara makin baik, masyarakat makin makmur, barang-barang makanan makin murah, peluang usaha makin banyak, sehingga Indonesia makin merdeka dan makin maju,” ungkapnya.
Harapan itu memperluas makna kemerdekaan dari sekadar peringatan sejarah menjadi cita-cita yang terus diupayakan melalui peningkatan kesejahteraan dan kesempatan ekonomi.
Dalam lingkungan kerja, mengisi kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta budaya kerja yang mendorong produktivitas dan tanggung jawab.
Menutup pernyataannya, Irfan menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kontribusi setiap karyawan. Kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab menjadi nilai yang diyakini penting untuk menjaga keberlanjutan perusahaan.
“Kami ingin semangat kemerdekaan tercermin dalam etos kerja karyawan, yakni menjaga nama baik perusahaan, bekerja dengan disiplin, penuh semangat, dan bertanggung jawab. Itulah esensi yang ingin kami tanamkan,” tutupnya. (el’s)






