Depok | Sketsa Online – Berawal dari langkah sederhana memeriksa mata pelajar, Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok menyiapkan gerakan sosial dengan cakupan jauh lebih besar.
Ketua PGI Kota Depok, H. Hamzah, S.E., M.M., bersama Yayasan Amal Mata Indonesia dan TP PKK Kota Depok, menargetkan pemeriksaan mata gratis bagi 20.000 hingga 30.000 pelajar sekaligus membidik Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Gagasan tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan sosial yang digelar dalam rangkaian Turnamen Wali Kota Depok Golf Series II di Emerald Golf, Tapos, Depok, Selasa (11/8/2026).
Sebelumnya, pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis telah menyasar pelajar di lima sekolah, yakni SMP dan SMK Cakra Putra Bangsa, SDN Tapos 4, SDN Tapos 5, serta SDN Cilangkap 8.
Ia mengatakan, pemeriksaan langsung di sekolah memberikan gambaran mengenai kondisi penglihatan peserta didik. Dari kegiatan tersebut, tim menemukan sejumlah siswa yang mengalami kesulitan melihat tulisan di papan tulis maupun membaca materi pembelajaran.
“Justru dengan kita datang ke sekolah-sekolah, ternyata manfaatnya cukup luar biasa banyak, sehingga bisa membantu mereka,” kata H. Hamzah.
Temuan di lapangan menunjukkan persoalan penglihatan pada pelajar tidak bisa dipandang sebelah mata. Sejumlah anak bahkan diketahui mengalami rabun jauh dengan ukuran minus 6, minus 7, hingga minus 9.
“Banyak anak-anak SD itu tidak bisa melihat dengan jelas atau blur ketika melihat papan tulis, tulisan guru-gurunya. Bahkan membacanya agak sulit,” ujarnya.
Menurut H. Hamzah, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan sejak dini. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi dapat menghambat aktivitas belajar karena siswa kesulitan menangkap informasi visual yang disampaikan selama proses pembelajaran.
“Bayangkan kalau sudah minus 9 mereka enggak bisa membaca sama sekali karena enggak ada alat bantu kacamata. Maka kita periksa dan kita berikan,” tuturnya.
Berangkat dari temuan tersebut, PGI Kota Depok bersama Yayasan Amal Mata Indonesia dan TP PKK Kota Depok kemudian menggagas pemeriksaan mata secara serentak dengan sasaran pelajar SD, MI, dan SMP. Jumlah peserta ditargetkan mencapai 20.000 hingga 30.000 anak.
“Insyaallah nanti kami berkolaborasi dengan Yayasan Amal Mata dan PKK Kota Depok untuk memecahkan Rekor MURI pemeriksaan mata secara serentak di Kota Depok bagi pelajar, baik SD, MI, dan SMP sebanyak 20.000 sampai dengan 30.000 anak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, rencana tersebut mendapat dorongan dari Ketua TP PKK Kota Depok, Cing Ikah, setelah melihat secara langsung proses pemeriksaan, perangkat yang digunakan, serta tenaga ahli yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Makanya ketika itu Cing Ikah melihat kita. Cara pemeriksaannya, alatnya, terus ahli-ahlinya yang kita tampilkan. Maka Cing Ikah berharap bahwa ini bisa 30.000 siswa dan bisa memecahkan rekor,” jelasnya.
Pelaksanaan program ditargetkan berlangsung pada Oktober 2026, menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda. Persiapan dan koordinasi akan dilakukan bersama sejumlah pihak agar pemeriksaan dapat berlangsung serentak dan menjangkau peserta dalam jumlah besar.
“Kami sudah bicara dengan Ketua TP PKK Kota Depok, Cing Ikah. Insyaallah mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar dan bisa terealisasi Rekor MURI yang akan kami pecahkan bersama-sama PGI, PKK, dan Yayasan Amal Mata Indonesia,” katanya.
Menutup pernyataannya, H. Hamzah menegaskan target Rekor MURI menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat pemeriksaan mata bagi pelajar. Program tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan pencapaian dalam bentuk rekor, tetapi juga memperkuat deteksi dini gangguan penglihatan serta membuka akses alat bantu bagi siswa yang membutuhkan.
Ia menilai gerakan besar tersebut justru berangkat dari langkah sederhana yang telah dilakukan di tingkat sekolah. Dari sana, manfaatnya kemudian diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak anak.
“Maka kami berpikir, sesuatu yang dimulai dari hal kecil bisa memberikan dampak yang luar biasa besar. Semangat itulah yang menjadi tagline kami,” tutupnya. (el’s)






