Gelora Merah Putih di Cimpaeun! Jarkasih Ungkap Sejarah Bulutangkis dan Akar Prestasi Warga

Depok | Sketsa Online – Hampir dua dekade berlalu, lapangan bulu tangkis di Kantor Kelurahan Cimpaeun, Kelurahan Cipayung, Kota Depok, masih hidup dan dimanfaatkan warga.

Dibangun sekitar 2007, lapangan tersebut kembali menjadi ruang kebersamaan melalui turnamen antarr-RW dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada Minggu (9/8/2026).

Camat Tapos, Drs. H. Jarkasih, M.Si., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, turnamen di tingkat lingkungan bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga menjadi sarana menjaga kebugaran, mempererat silaturahmi, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya potensi olahraga masyarakat.

“Cimpaeun ini memang banyak atlet-atlet. Bukan cuma satu cabang olahraga, banyak cabang olahraga,” ujar Jarkasih.

Ia mengenang lapangan tersebut sebagai bagian dari perjalanan olahraga warga Cimpaeun. Saat masih menjabat sebagai sekretaris kelurahan sekitar 2007, pembangunan lapangan itu mulai dilakukan. Hingga kini, fasilitas tersebut tetap digunakan masyarakat.

“Saya dulu jadi sekretaris lurah (sekel) sekitar tahun 2007. Ini lapangan bulutangkis pertama kali kita buat di sini. Alhamdulillah sampai sekarang masih dimanfaatkan,” katanya.

Bagi Jarkasih, keberadaan fasilitas olahraga memiliki manfaat yang lebih luas. Selain menjadi tempat berolahraga dan hiburan sehat, lapangan dapat menjadi ruang interaksi sekaligus wadah untuk mengenali dan mengembangkan potensi warga.

“Olahraga menyehatkan kita bersama, juga menjadi hiburan bagi warga masyarakat,” ujarnya.

Semangat itu sejalan dengan cara warga mengisi momentum kemerdekaan. Di Kecamatan Tapos, kegiatan tidak hanya berlangsung melalui turnamen bulu tangkis, tetapi juga berbagai perlombaan masyarakat, termasuk kompetisi catur yang dijadwalkan pada 28–29 Agustus 2026.

“Semua ini kita lakukan untuk memeriahkan HUT RI sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat untuk berprestasi,” kata Jarkasih.

Lebih lanjut, Ia menilai, semangat kebersamaan juga perlu diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, ia mendorong RT, RW, dan Karang Taruna untuk kembali menghidupkan kerja bakti serta Jumat Bersih.

“Jangan buang sampah sembarangan, apalagi di pinggir jalan dan saluran air. Tolong kerja bakti dilakukan lagi. Hidupkan lagi Jumat Bersih,” tegasnya.

Di tengah kompetisi, Jarkasih turut mengingatkan peserta agar menjaga sportivitas. Baginya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan, karena pertandingan juga menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan.

“Bertandinglah dengan semangat, junjung sportivitas dan jadikan kegiatan ini sebagai bagian dari kebersamaan,” pesannya.

Hampir 20 tahun pemanfaatan lapangan Cimpaeun menjadi bukti bahwa fasilitas sederhana dapat memiliki peran penting ketika terus digunakan dan dirawat oleh masyarakat. Dari ruang seperti inilah olahraga dapat tumbuh, interaksi warga terjaga, dan potensi prestasi memiliki kesempatan untuk berkembang.

Menutup pernyataannya, Jarkasih berharap momentum kemerdekaan tidak berhenti sebagai perayaan tahunan, tetapi menjadi pemantik bagi warga untuk terus menghidupkan kegiatan positif di lingkungannya.

“Semoga semangat kemerdekaan ini terus hidup melalui kegiatan yang membangun kebersamaan, sportivitas, dan prestasi. Mudah-mudahan dari lingkungan inilah lahir generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler