Ketua TP PKK Puji Gerakan Peduli Mata PGI Depok, Dorong Jadi Inspirasi Nasional

Depok | Sketsa Online – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah, memuji gerakan peduli kesehatan mata yang digagas Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok bersama Yayasan Amal Mata Indonesia (YAMI).

Ia menilai inisiatif yang menargetkan pemeriksaan kesehatan mata bagi 30 ribu pelajar itu layak menjadi inspirasi nasional karena mengedepankan upaya pencegahan sekaligus memperluas akses layanan kesehatan mata bagi anak.

Apresiasi tersebut disampaikan Cing Ikah saat menghadiri penutupan rangkaian bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata gratis di SDN Tapos 05, Kecamatan Tapos, Selasa (4/8).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Golf Piala Wali Kota Depok Cup itu sekaligus menjadi tahapan menuju pemeriksaan kesehatan mata serentak terhadap 30 ribu pelajar pada Oktober 2026 dengan target pemecahan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Cing Ikah mengungkapkan, kesehatan mata merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat menghambat proses belajar, sehingga pemeriksaan mata secara berkala perlu menjadi perhatian bersama.

“Kami memiliki program Terang Benderang, yaitu tes kesehatan mata gratis demi masa depan cemerlang anak-anak. Alhamdulillah, sekarang didukung PGI Kota Depok bersama Yayasan Amal Mata Indonesia. Ini kolaborasi yang sangat baik,” ujarnya.

Program tersebut menargetkan sekitar 30 ribu pelajar di Kota Depok menjalani pemeriksaan kesehatan mata. Selain memperluas akses layanan, kegiatan itu diharapkan mampu menemukan gangguan penglihatan sejak dini agar anak memperoleh penanganan yang tepat sebelum berdampak pada proses belajar.

“Harapan kami sekitar 30 ribu anak dapat diperiksa kesehatan matanya. Jika ditemukan gangguan penglihatan, Dinas Kesehatan dapat menindaklanjuti melalui edukasi, pelayanan kesehatan, hingga pemenuhan gizi,” katanya.

Lebih lanjut, Cing Ikah juga mendorong agar hasil pemeriksaan terdokumentasi dengan baik. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam memetakan kondisi kesehatan mata pelajar sekaligus menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Besarnya kebutuhan layanan kesehatan mata tercermin dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan sebelumnya. Di SDN Tapos 4, sekitar 75 siswa terindikasi mengalami gangguan penglihatan.

Sementara di SDN Cilangkap 8, sebanyak 153 dari sekitar 700 peserta juga memerlukan tindak lanjut. Temuan tersebut menunjukkan bahwa deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah gangguan penglihatan menghambat potensi belajar anak.

Bagi Cing Ikah, apabila target Rekor MURI berhasil diwujudkan, pencapaian tersebut hendaknya menjadi awal lahirnya gerakan nasional yang menempatkan kesehatan mata sebagai bagian penting dari pembangunan kualitas sumber daya manusia.

“Kalau nanti berhasil meraih Rekor MURI, tentu kegiatan ini akan semakin dikenal di seluruh Indonesia. Saya berharap gerakan ini dapat diadopsi daerah lain karena kesehatan mata merupakan modal utama anak untuk belajar, berprestasi, dan meraih masa depan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Cing Ikah menegaskan, kolaborasi antara PGI Kota Depok, Yayasan Amal Mata Indonesia, TP PKK, Pemerintah Kota Depok, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, sekolah, serta berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pemeriksaan kesehatan mata menjadi gerakan yang berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak anak.

“Semoga semakin banyak anak Indonesia memiliki mata yang sehat sehingga dapat belajar, berprestasi, dan menyongsong masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler