Depok | Sketsa Online – Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-66 menjadi momentum untuk mempertegas pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, penegakan hukum yang berintegritas, serta pelayanan publik yang berkualitas.
Semangat tersebut tercermin dalam kebersamaan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Depok pada kegiatan galatama yang digelar di Kota Depok, Minggu (19/7/2026).
Lebih dari sekadar ajang silaturahmi, kegiatan itu menjadi ruang memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, dan menyatukan komitmen antar pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas daerah serta mempercepat pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Depok Supian Suri, Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah, Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok Arif Budiman, Ketua Pengadilan Negeri Depok, Dandim 0508/Depok, unsur pimpinan DPRD Kota Depok, serta insan pers.
Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan bahwa sinergi yang selama ini terbangun merupakan modal utama dalam menghadirkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami berterima kasih atas semua pengabdian yang diberikan dan atas berbagai upaya yang selama ini kita lakukan bersama untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih, khususnya di Kota Depok,” ujar Supian.
Senada dengan itu, Kajari Depok Arif Budiman mengatakan kolaborasi yang telah terjalin selama tiga tahun berturut-turut menjadi bukti kuatnya komitmen Forkopimda dalam mempererat koordinasi, memperkuat penegakan hukum, sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Acara hari ini merupakan kolaborasi. Ini bukan yang pertama, tetapi sudah yang ketiga. Kami akan terus melakukan kolaborasi dalam rangka penegakan hukum, sekaligus mendukung terwujudnya Depok Maju dan Jawa Barat Istimewa,” katanya.
Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras menilai sinergi lintas institusi menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pelayanan hukum yang profesional, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.
“Ini semua lengkap, di sini ada dari eksekutif, kemudian legislatif yang diikuti terutama kami dari jajaran Polri dari Polres Metro Depok dengan Pak Kajari, Pak Ketua PN. Ini kolaborasi kita, sehingga bisa lebih kolaboratif dan lebih sinergi dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, berpandangan bahwa komunikasi yang terbangun dalam suasana kebersamaan akan semakin memperkuat koordinasi antar lembaga dan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kegiatan santai ini lebih menyatukan hati kita untuk pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang lebih maksimal, Insya Allah,” ujarnya.
Sebagai penutup, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pradi Supriatna, mengingatkan bahwa kolaborasi harus selalu berjalan beriringan dengan independensi, profesionalisme, serta penghormatan terhadap kewenangan masing-masing institusi.
Menurutnya, pembangunan hanya dapat berjalan optimal apabila seluruh pemangku kepentingan mampu menjaga komunikasi, membangun kepercayaan, dan menyelesaikan setiap dinamika melalui dialog yang konstruktif.
“Membangun Depok memerlukan kolaborasi dan itu sudah dibuktikan. Dinamika tentu ada, tetapi semuanya bisa menjadi ruang untuk berdiskusi dan mencari solusi demi kemajuan Kota Depok. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan Depok yang lebih baik, lebih maju, dengan pelayanan publik yang semakin optimal,” tutup Pradi. (el’s)



