Kompak! Tradisi Puluhan Tahun di Duren Seribu, Rawat Nasionalisme Lintas Generasi

Depok | Sketsa Online – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, kembali berlangsung dengan semangat kebersamaan. Lebih dari 4.000 warga mengikuti upacara pengibaran bendera yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Digelar pada Senin (17/8/2026), kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia dan unsur pendidikan, mulai dari TPA, PAUD, TK, SMP, MTs, sekolah lansia hingga sejumlah sekolah dari wilayah Duren Mekar.

Lurah Duren Seribu, Ahmad Sabani, mengatakan kegiatan tersebut telah berlangsung sejak dirinya masih kecil, ketika wilayah Duren Seribu masih berada dalam administrasi Kabupaten Bogor.

“Di Kelurahan Duren Seribu itu, dari saya kecil, upacara ini sudah menjadi tradisi budaya masyarakat Duren Seribu. Dari zaman Kabupaten sampai setelah masuk Depok. Jadi, setiap tahun masyarakat di sini mengadakan upacara pengibaran bendera,” ujar Ahmad.

Antusiasme warga tercermin dari 4.200 kupon yang disiapkan panitia. Jumlah itu belum mencakup peserta dari sekolah-sekolah yang ikut ambil bagian.

“Setelah tadi pagi kita melaksanakan pengibaran bendera, peserta yang hadir lebih dari 4.000 orang. Kupon yang kita siapkan ada 4.200, dan itu belum termasuk peserta dari sekolah-sekolah,” katanya.

Ahmad menilai kehadiran masyarakat dari berbagai generasi menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap bangsa, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.

“Pelaksanaan upacara pengibaran bendera ini lebih kepada bagaimana generasi sekarang tetap menjaga rasa nasionalisme serta kecintaan kepada bangsa dan negara. Apalagi di tengah era digitalisasi seperti sekarang, nilai-nilai nasionalisme perlu terus ditanamkan kepada generasi muda,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tetap menjadi agenda tahunan yang mampu menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah perjuangan bangsa.

“Kalau setiap tahun melaksanakan upacara, mudah-mudahan kita mengingat kembali dan meningkatkan rasa nasionalisme para generasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Ahmad, generasi saat ini memiliki tanggung jawab berbeda dibandingkan para pejuang kemerdekaan. Tantangannya adalah mampu beradaptasi dengan perubahan global tanpa kehilangan identitas kebangsaan.

“Untuk menghadapi dunia global seperti sekarang ini, kita harus menguatkan rasa nasionalisme seluruh generasi agar bisa beradaptasi dengan keadaan baru dan menghadapi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Kegiatan tersebut turut ditopang kepanitiaan yang melibatkan unsur masyarakat dan kelembagaan di tingkat wilayah. RW, kelurahan, Karang Taruna, kader PKK, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) bekerja bersama dalam pelaksanaannya.

“Panitia dari RW-RW, ada unsur kelurahan, Karang Taruna, kader PKK, ada LPM. Jadi semua terlibat. Karena ini panitia bersama, sesuai dengan visi Kota Depok, ‘Bersama Depok Maju’,” jelasnya.

Ahmad juga mengapresiasi dukungan Hj. Qonita Lutfiyah terhadap kegiatan tersebut.

“Terima kasih juga kepada Ibu Hj. Qonita Lutfiyah yang sudah memberikan support untuk kegiatan ini. Tentunya dukungan seperti ini sangat berarti bagi masyarakat dan membantu kegiatan bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Setelah upacara selesai, warga mengikuti pembagian doorprize. Sekitar 250 hadiah disediakan panitia dari 4.200 kupon, dengan hadiah utama berupa kulkas dua pintu, smart TV, dan mesin cuci.

Dukungan terhadap rangkaian kegiatan juga datang dari kader PKK. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Duren Seribu, Selvia Tasman, mengatakan organisasi yang dipimpinnya ikut berpartisipasi dalam peringatan kemerdekaan tersebut.

“Alhamdulillah, PKK antusias. Semua warga PKK mendukung kegiatan upacara bendera ini,” kata Selvia.

Ia berharap kaum perempuan di wilayahnya terus aktif mengambil peran dalam pembangunan lingkungan dan daerah.

“Perempuan di Kelurahan Duren Seribu harus terus semangat, berdaya, dan mengambil peran dalam pembangunan, sehingga bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Depok dan masa depan generasi berikutnya,” ujarnya.

Bagi masyarakat Duren Seribu, keberlangsungan kegiatan ini memperlihatkan bahwa nilai kebangsaan dapat dirawat melalui keterlibatan warga secara langsung. Tradisi yang bertahan lintas zaman sekaligus menjadi ruang perjumpaan berbagai kelompok usia dalam satu peringatan yang sama. (el’s)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Terpopuler