Depok | Sketsa Online – Bulan Muharram kembali menjadi momentum meneguhkan kepedulian terhadap anak yatim. Semangat itu tercermin dalam kegiatan Gema Muharram 1448 Hijriah yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pengawalan Masyarakat (GPM) melalui pemberian santunan kepada 1.000 anak yatim.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menumbuhkan harapan, memperkuat kepedulian sosial, serta menegaskan bahwa anak-anak yatim tidak pernah berjalan sendiri dalam menggapai masa depan.
Mewakili Pemerintah Kota Depok, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah menyampaikan apresiasi kepada DPP GPM, para donatur, ulama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pihak yang bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Chandra, menyantuni 1.000 anak yatim bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan kasih sayang, kepedulian, dan harapan agar mereka tetap optimistis dalam meraih cita-cita.
“Menyelenggarakan santunan bagi 1.000 anak yatim bukanlah hal sederhana. Di balik kegiatan ini terdapat semangat kebersamaan, kepedulian, dan kasih sayang yang perlu kita jaga bersama,” ujarnya saat sambutan di Gedung Lagak, AURI, Cimanggis, Depok pada Sabtu (11/7/26).
Suasana semakin hangat ketika Chandra membagikan kisah hidupnya. Ia mengaku kehilangan ayah saat masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar dan dibesarkan seorang diri oleh sang ibu. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.
Berbekal pendidikan dan kerja keras, ia mampu mengubah jalan hidup hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Wali Kota Depok. Karena itu, ia mengajak anak-anak yatim agar tidak pernah berkecil hati dan tetap berani bermimpi besar.
“Jangan pernah merasa sendiri, jangan pernah merasa kecil hati. Kalian memiliki masa depan yang cerah. Saya yakin kalian bisa meraih cita-cita setinggi-tingginya,” katanya.
Sebagai bekal menggapai masa depan, Chandra menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh anak yatim.
Pertama, menjaga salat lima waktu sebagai fondasi keimanan dan pembentuk karakter. Kedua, menyayangi ibu, keluarga, sesama manusia, serta seluruh makhluk hidup sebagai wujud akhlak yang baik. Ketiga, terus belajar dan menempuh pendidikan setinggi-tingginya karena ilmu pengetahuan menjadi jalan untuk mengubah kehidupan.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik yang tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan ekonomi. Karena itu, Pemerintah Kota Depok berkomitmen membantu masyarakat yang mengalami kesulitan biaya pendidikan.
“Jangan hanya sampai SMA. Harus kuliah setinggi-tingginya. Kalau tidak ada biaya, datang ke Pemerintah Kota Depok. Sampaikan kepada RT, RW, lurah, camat, atau datang langsung ke Balai Kota. Insyaallah kami akan membantu sesuai kemampuan pemerintah,” ujarnya.
Tak hanya itu, Chandra meyakini setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan selama terus belajar, menjaga akhlak, dan tidak menyerah menghadapi keadaan.
“Saya yakin di antara adik-adik yang hadir hari ini akan lahir pemimpin-pemimpin Indonesia. Bisa menjadi wali kota, kepala dinas, menteri, bahkan Presiden Republik Indonesia. Jangan takut bercita-cita setinggi-tingginya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Chandra juga mengingatkan bahwa memuliakan anak yatim memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa orang yang memelihara anak yatim akan bersama beliau di surga seperti rapatnya dua jari.
Ia menilai, hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap anak yatim bukan hanya bernilai sosial, tetapi juga menjadi amal yang sangat dimuliakan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan santunan kepada 1.000 anak yatim dan foto bersama yang mempertemukan unsur Pemerintah Kota Depok, ulama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, para donatur, serta anak-anak yatim sebagai simbol kebersamaan dalam menebarkan kepedulian.
Menutup sambutannya, Chandra mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat berbagi sebagai budaya yang terus hidup, tidak hanya pada bulan Muharram, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari jadikan kepedulian kepada sesama bukan hanya hadir di bulan Muharram, tetapi di setiap hari kehidupan kita. Semangat berbagi dan saling menguatkan itulah yang akan membawa keberkahan bagi Kota Depok,” pungkasnya.



