Dulu Hidden Gem, Kini Jadi Buruan! Mi Langsam Lebarkan Sayap ke Jalan Kolintang dan Buka Peluang Kemitraan

Depok | Sketsa Online – Berawal dari sebuah warung sederhana yang tersembunyi di dalam gang kawasan Nusantara, Mi Langsam kini menapaki babak baru. Berkat cita rasa yang konsisten dan kepercayaan pelanggan yang terus tumbuh, usaha kuliner milik Bang Yuda resmi membuka cabang baru di Jalan Kolintang, Kota Depok.

Ekspansi tersebut menjadi jawaban atas tingginya antusiasme masyarakat yang selama ini membuat gerai pertama selalu ramai dikunjungi. Dengan lokasi yang lebih strategis, area parkir yang lebih luas, serta ruang makan yang lebih nyaman, Mi Langsam ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang semakin baik tanpa menghilangkan cita rasa yang telah menjadi ciri khasnya.

“Alhamdulillah antusias masyarakat cukup tinggi. Karena itu kami mencari tempat yang lebih luas, lebih nyaman, dan memiliki area parkir yang lebih memadai supaya pelanggan semakin nyaman,” ujar Bang Yuda, Rabu (1/7/2026).

Di balik perkembangan tersebut, Mi Langsam tetap mempertahankan komitmen utamanya, yakni menjaga kualitas rasa. Seluruh mi diproduksi secara mandiri sehingga kualitas bahan baku, tekstur, hingga cita rasa dapat dikontrol secara konsisten.

Tak heran jika Mi Ayam Spesial Jamur menjadi salah satu menu andalan yang paling banyak diburu pelanggan. Sementara itu, Pangsit Goreng tetap menjadi menu favorit yang hampir selalu menemani setiap pesanan.

Inovasi pun terus dilakukan. Dalam waktu sekitar dua pekan ke depan, Mi Langsam akan menghadirkan sejumlah menu baru, seperti bakso, sapo tahu, serta berbagai pilihan hidangan pelengkap untuk memberikan lebih banyak variasi kepada pelanggan.

Konsistensi rasa tersebut bukan tanpa alasan. Berbekal pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia perhotelan, Bang Yuda menerapkan standar operasional yang disiplin di dapur. Seluruh bumbu ditimbang berdasarkan gramasi, sementara setiap juru masak wajib mengikuti pelatihan agar setiap mangkuk mi yang disajikan memiliki kualitas yang sama.

“Semua bumbu kami timbang sesuai gramasi. Setiap yang bekerja di dapur juga harus menjalani pelatihan supaya kualitas dan rasanya tetap konsisten,” jelasnya.

Tak hanya berfokus melayani pelanggan, Mi Langsam kini juga mulai membuka peluang kemitraan. Langkah tersebut didukung kemampuan memproduksi mi sendiri, sehingga kualitas bahan baku dapat terjaga sekaligus menjadi fondasi untuk memperluas jaringan usaha.

“Kami memang memproduksi mi sendiri. Jadi kalau ada yang ingin membuka usaha, kami bisa mendukung mulai dari penyediaan mi mentah sampai bentuk kerja sama ke depannya,” kata Bang Yuda.

Saat ini, mi produksi Mi Langsam telah dipercaya oleh sejumlah pelaku usaha kuliner di Cilebut, kawasan Rumah Sakit UI, Kalibata, hingga Pondok Gede. Ke depan, konsep central kitchen juga tengah dipersiapkan agar seluruh mitra memperoleh bahan baku, bumbu, dan standar rasa yang seragam.

Namun, perjalanan menuju titik tersebut bukanlah hal yang instan. Bang Yuda mengungkapkan bahwa sebelum berhasil mengembangkan Mi Langsam, ia pernah lima kali mengalami kegagalan saat merintis usaha mi ayam.

Keputusan meninggalkan pekerjaannya di dunia perhotelan setelah lebih dari 15 tahun menjadi titik balik yang mengubah perjalanan hidupnya. Dengan fokus penuh mengembangkan usaha, ia perlahan membangun Mi Langsam hingga dikenal luas dan kini mampu membuka cabang baru.

Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, Mi Langsam juga menghadirkan promo berupa voucher senilai Rp25 ribu untuk setiap pembelian minimal Rp100 ribu. Voucher tersebut dapat digunakan pada transaksi berikutnya.

Cabang terbaru Mi Langsam berlokasi di Jalan Kolintang T12 RT 09 Nomor 11, tepat di samping Toko Hendra Sport dan mudah ditemukan melalui Google Maps. Gerai ini beroperasi setiap hari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB tanpa hari libur, sementara gerai pertama di kawasan Nusantara tetap melayani pelanggan seperti biasa dengan jadwal libur setiap hari Selasa.

Menutup perbincangan, Bang Yuda berharap kisah perjalanannya dapat menjadi motivasi bagi siapa pun yang ingin memulai usaha. Menurutnya, kegagalan bukanlah akhir, melainkan proses untuk menjadi lebih baik.

“Saya sudah lima kali buka usaha mi ayam dan gagal. Jadi jangan takut memulai dan jangan mudah menyerah. Insyaallah kalau terus berusaha pasti ada jalannya,” tutup Bang Yuda. (el’s)

spot_img
spot_img

Terpopuler