Depok | Sketsa Online – Momentum 1 Muharram dimaknai Anggota DPRD Kota Depok dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Hj. Nuryuliani, S.Kom., M.M., sebagai pengingat pentingnya kepedulian terhadap anak yatim.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan santunan yang digelar PT Rapik Karya Mandiri di Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jumat (26/6/2026), dengan memberikan santunan kepada 273 anak yatim, yatim piatu, dan dhuafa.
Kegiatan dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah itu juga diisi dengan tausiah, doa bersama, serta makan bersama sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan bersama anak-anak yang membutuhkan.
Nuryuliani mengatakan, budaya berbagi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan wujud nyata kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat. Menurutnya, selain membantu meringankan beban warga yang membutuhkan, program tersebut juga menjadi ikhtiar menghadirkan keberkahan bagi perusahaan yang menjalankannya.
Ia menjelaskan, kegiatan santunan tersebut merupakan bagian dari program CSR PT Rapik Karya Mandiri yang telah berjalan secara konsisten selama lebih dari lima tahun. Setiap bulan, perusahaan rutin menyalurkan bantuan berupa uang tunai dan paket sembako kepada anak-anak yatim.
“Program ini sudah rutin kami lakukan. Setiap bulan kami memberikan bantuan berupa uang dan sembako kepada anak-anak yatim. Khusus pada momentum 1 Muharram, kami mengundang mereka untuk hadir, mendengarkan tausiah, makan bersama, sekaligus menerima santunan dan bingkisan,” ujarnya.
Penerima manfaat berasal dari wilayah Sukatani, Sukamaju Baru, serta sejumlah wilayah sekitar, seperti Cilangkap dan Pekapuran. Pendataan dilakukan bersama pengurus RT dan RW agar bantuan tepat sasaran, dengan prioritas bagi anak-anak yatim dari keluarga kurang mampu mulai jenjang SD hingga SMA.
Selain menyalurkan santunan secara rutin, perusahaan juga memberikan pengalaman berkesan kepada para penerima manfaat. Pada momen tertentu, mereka diajak makan bersama di restoran agar dapat merasakan pengalaman yang mungkin belum pernah mereka nikmati sebelumnya.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan. Ada anak-anak yang belum pernah makan di restoran, sehingga kami ingin mereka juga bisa merasakan pengalaman tersebut. Hal-hal sederhana seperti itu sangat berarti bagi mereka,” tuturnya.
Sebagai anggota DPRD Kota Depok, Nuryuliani mengapresiasi konsistensi PT Rapik Karya Mandiri dalam menjalankan program CSR. Baginya, dunia usaha memiliki peran penting dalam memperkuat kepedulian sosial sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan CSR ini. Saya mengimbau para pengusaha yang telah sukses agar turut menjalankan CSR. Melalui CSR, kita bisa berbagi kebahagiaan sekaligus membantu masyarakat. Bantuan berupa sembako maupun santunan diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga dan mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nuryuliani mengungkapkan bahwa PT Rapik Karya Mandiri berkomitmen memperluas jangkauan program santunan. Pada tahun mendatang, perusahaan menargetkan jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 500 anak.
Pendataan akan diperbarui secara berkala melalui RT dan RW agar bantuan tetap tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak anak yang benar-benar membutuhkan.
Nuryuliani menilai, kepedulian terhadap anak yatim tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga merupakan bagian dari ajaran Islam yang menganjurkan umatnya untuk memuliakan dan menyayangi mereka.
“Anak yatim adalah kesayangan Rasulullah SAW. Kita ingin meneladani beliau dengan mengutamakan dan menyayangi anak-anak yatim. Insyaallah doa-doa mereka membawa keberkahan. Kami berharap semakin banyak pengusaha yang menjadikan budaya berbagi sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya,” ucapnya.
Menutup keterangannya, Nuryuliani berharap semangat berbagi yang hadir pada momentum 1 Muharram tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan terus tumbuh menjadi budaya kepedulian di tengah masyarakat.
“Semoga semakin banyak pihak, khususnya para pelaku usaha, yang tergerak untuk berbagi dan menjadikan kepedulian sosial sebagai budaya. Insyaallah, setiap kebaikan yang kita berikan akan membawa manfaat bagi sesama sekaligus menghadirkan keberkahan bagi kehidupan dan usaha kita,” tutup Nuryuliani. (el’s)



